PkM
Dorong Smart Village, Tim Pengabdian PNUP Terapkan Sistem Kelistrikan Berbasis IoT di Kantor Desa Tompobulu

Dorong Smart Village, Tim Pengabdian PNUP Terapkan Sistem Kelistrikan Berbasis IoT di Kantor Desa Tompobulu

Maros — 20 Agustus 2026. Upaya mendorong pemanfaatan teknologi digital di tingkat pemerintahan desa terus dilakukan Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP). Melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM), tim pengabdian PNUP menerapkan sistem monitoring dan pengendalian kelistrikan berbasis Internet of Things (IoT) di Kantor Desa Tompobulu, Kabupaten Maros.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Asriyadi, S.ST., M.Eng. sebagai Ketua Tim Pengabdian. Kedatangan tim PNUP disambut hangat oleh Sekretaris Desa Tompobulu, Bapak Andi Hendra Abbas, bersama jajaran perangkat desa.

Dalam sambutannya, Andi Hendra Abbas menyampaikan bahwa Pemerintah Desa Tompobulu mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh PNUP karena memberikan pengetahuan sekaligus solusi teknologi yang dapat diterapkan secara langsung di kantor desa.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim PNUP. Kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi kami, khususnya bagaimana teknologi IoT dapat dimanfaatkan untuk mengelola penggunaan listrik secara lebih efektif dan efisien,” ungkapnya.

Penerapan teknologi ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan Kantor Desa Tompobulu terhadap sistem pengelolaan kelistrikan yang lebih efektif. Kondisi sebelumnya masih bersifat konvensional sehingga konsumsi listrik belum dapat dipantau secara real-time dan potensi pemborosan maupun gangguan kelistrikan sulit diketahui sejak dini.

Melalui sistem IoT yang diterapkan, sejumlah parameter kelistrikan dapat dipantau secara digital. Sistem juga memungkinkan pengendalian beban listrik menggunakan perangkat IoT dan aplikasi pada perangkat bergerak.

Tim PNUP juga memperkenalkan dashboard digital dan sistem notifikasi melalui platform Smart Life/eWeLink. Dengan fasilitas tersebut, perangkat desa dapat memperoleh informasi penggunaan listrik secara lebih cepat dan memiliki data yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi pengelolaan energi.

Andi Hendra Abbas menambahkan bahwa pihak desa berharap teknologi yang diterapkan tidak berhenti pada kegiatan pengabdian, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan.

“Kami berharap sistem ini bisa digunakan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari upaya kami meningkatkan pengelolaan kantor desa. Kami juga berharap kerja sama dengan PNUP dapat terus berlanjut dalam bidang teknologi dan pengembangan desa,” katanya.

Tidak berhenti pada pemasangan perangkat, kegiatan juga diarahkan pada proses alih teknologi. Perangkat desa diperkenalkan dengan cara membaca data pada dashboard, melakukan pengoperasian sistem, serta memahami langkah-langkah dasar pemeliharaan dan troubleshooting. Model pelaksanaan ini diharapkan dapat membangun kemandirian mitra dalam mengelola teknologi setelah kegiatan pengabdian selesai.

Ketua Tim Pengabdian PNUP, Asriyadi, S.ST., M.Eng., mengatakan bahwa teknologi yang diterapkan dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata mitra.

“Kami berharap teknologi ini dapat memberikan manfaat yang langsung dirasakan oleh Pemerintah Desa Tompobulu, khususnya dalam monitoring penggunaan energi, pengendalian beban listrik, dan peningkatan efisiensi operasional kantor,” ungkapnya.

Program tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung pengembangan konsep Smart Village di Desa Tompobulu. Sistem akan melalui proses monitoring dan evaluasi untuk mengukur efisiensi energi serta memastikan keberlanjutan pemanfaatannya oleh mitra.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi PNUP dalam mentransfer teknologi hasil pengembangan dan riset kepada masyarakat. Dengan kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah desa, teknologi IoT diharapkan dapat menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *