
FGD Kurikulum TMJ PNUP: Bersinergi Menuju Kurikulum Berbasis Industri
Makassar, 29 April 2025 — Program Studi Teknik Multimedia dan Jaringan (TMJ) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang membahas penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia industri. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 29 April 2025, pukul 15.00–17.00 WITA, secara hybrid (luring dan daring), bertempat di Laboratorium Multimedia Cerdas PNUP.
FGD ini menghadirkan Koordinator Prodi TMJ PNUP, Koordinator Prodi Teknologi Rekayasa Multimedia (TRM) dari Politeknik Negeri Batam (Polibatam) Bapak Happy Yugo Prasetiya, S.Sn., M.Sn., serta Koordinator Prodi TRM dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Bapak Ashafidz Fauzan Dianta, S.ST., M.T., dengan partisipasi aktif dari para Dosen TMJ PNUP, TRM Polibatam, dan TRM PENS.
Mewakili Direktur Politeknik Negeri Ujung Pandang yang tidak sempat hadir, kegiatan dibuka secara resmi oleh Koordinator Prodi TMJ PNUP, Ibu Nurul Khaerani Khamzidah, S.T., M.T. Dalam sambutannya, Ibu Nurul menegaskan bahwa revisi kurikulum yang tengah dirancang ini akan mulai diterapkan pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Beliau juga menyampaikan bahwa kolaborasi antara PNUP, PENS, dan POLIBATAM sangat relevan karena ketiganya merupakan perguruan tinggi vokasi yang sama-sama menghasilkan lulusan dengan keterampilan praktis dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“FGD ini menjadi ruang terbuka untuk berdiskusi dan saling memberi masukan dalam proses penyempurnaan kurikulum yang kami gunakan,” ujar Alumnus ITS Surabaya ini.

Sesi foto bersama para peserta FGD via daring (PNUP, PENS dan POLIBATAM)

Sesi foto bersama
Paparan Kurikulum dan Best Practice antar Institusi
Ketua Tim Penyusunan Kurikulum TMJ PNUP Ibu Andi Hamdianah, S.Kom.,M.Kom. membuka sesi pemaparan dengan menjelaskan struktur kurikulum saat ini yang menekankan keseimbangan antara hard skill dan soft skill, serta penerapan metode Project-Based Learning dalam proses pembelajaran.
Selanjutnya, Koordinator Prodi TRM Polibatam menyampaikan pendekatan kurikulum yang digunakan di institusinya, yaitu berbasis kerangka CDIO (Conceive, Design, Implement, Operate) yang mempersiapkan mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia industri. Capaian pembelajaran yang difokuskan mencakup kemampuan teknis, kerja sama tim, pemecahan masalah, dan komunikasi efektif.
Koordinator Prodi TRM PENS turut memaparkan kurikulum yang mereka terapkan, yang diarahkan pada tiga jalur utama lulusan: Multimedia Content Creator, Multimedia Apps Developer, dan Multimedia Network Engineer. Kurikulum ini disusun dengan menggabungkan teori, praktik, dan workshop, serta menerapkan kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). PENS juga aktif melibatkan mitra industri dalam penyusunan kurikulum, pelaksanaan magang, hingga keterlibatan sebagai dosen tamu.
Diskusi Interaktif dan Komitmen Kolaboratif
Sesi diskusi berlangsung dinamis, dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari dosen TMJ PNUP. Topik yang dibahas meliputi dampak perubahan kurikulum terhadap kesiapan lulusan, peran industri dalam pengembangan kurikulum, hingga teknis pemetaan mata kuliah dan alokasi SKS. Narasumber dari Polibatam dan PENS menegaskan bahwa industri saat ini berperan aktif bukan hanya dalam penyediaan tempat magang, tetapi juga dalam memberi masukan kurikulum, menjadi mitra evaluasi capaian pembelajaran, hingga mengisi kuliah tamu.
Praktik-praktik baik seperti proyek lintas mata kuliah dan integrasi mata kuliah dengan kebutuhan dunia kerja juga dibagikan dalam diskusi ini.
Kesimpulan dan Tindak Lanjut
FGD ini menghasilkan tiga poin penting:
- Revisi kurikulum harus dilakukan dengan pendekatan yang berbasis kebutuhan industri secara menyeluruh.
- FGD ini menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan antar institusi dalam bentuk studi kurikulum bersama.
- Tim kurikulum TMJ PNUP akan segera menyusun draf awal kurikulum baru berdasarkan masukan dari kegiatan ini.
Dengan semangat kolaboratif dan keterbukaan antar institusi vokasi, TMJ PNUP optimis dapat merancang kurikulum yang lebih adaptif, relevan, dan mampu menghasilkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja masa depan.
